Tanda-tanda Anda Terkena Gagal Ginjal

penyakit-batu-ginjalGagal ginjal bisa menyerang setiap orang, baik pria maupun wanita. Tidak memandang tingkatan ekonomi. Bila gejala diketahui sedini mungkin, penderita bisa mendapat bantuan mengubah atau menyesuaikan gaya hidup.

Tanda-tanda dari gagal ginjal sebenarnya tidak kelihatan secara bersamaan. Dengan pemeriksaan laboratorium, dapat diketahui dengan lebih cermat dan akurat apakah tanda-tanda itu mengarah pada kemungkinan gagal ginjal.

Inilah beberapa tanda atau gejala gagal ginjal yang perlu  Anda waspadai :

– Kencing terasa kurang dibandingkan dengan kebiasaan sebelumnya.
– Kencing berubah warna, berbusa, atau sering bangun malam untuk kencing.

– Sering bengkak di kaki, pergelangan, tangan, dan muka. Antara lain karena ginjal tidak bisa membuang air yang berlebih.
– Lekas capai atau lemah, akibat kotoran tidak bisa dibuang oleh ginjal.
– Sesak napas, akibat air mengumpul di paru-paru. Keadaan ini sering disalahartikan sebagai asma atau kegagalan jantung.

– Napas bau karena adanya kotoran yang mengumpul di rongga mulut.
– Rasa pegal di punggung.
– Gatal-gatal, utamanya di kaki.
– Kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah.

Bila Ginjal Menjadi Aus

Sebagai organ vital, ginjal harus dirawat sebaik mungkin. Kalau tidak, gagal ginjal, yakni kondisi tubuh memerlukan pengobatan dengan cuci darah atau cangkok, harus dijalani.

Walau kecil, organ satu ini tergolong sangat vital. Ginjal atau yang disebut orang sebagai buah pinggang berfungsi sebagai tempat membersihkan darah dari berbagai zat hasil metabolisme tubuh dan racun yang tidak dibutuhkan dalam bentuk air seni.
Air seni diproduksi terus-menerus dari menit ke menit di ginjal, lalu dialirkan melalui saluran kemih ke kandung kemih. Bila cukup banyak urine di kandung kemih, itu akan timbul rangsangan buang air kecil.

Air seni akan dikeluarkan dari tubuh melalui saluran yang disebut uretra (berada dalam alat kelamin). Jumlah air seni yang dikeluarkan setiap hari berkisar 1-2 liter. Dengan begitu, ginjal juga berfungsi mempertahankan keseimbangan serta mengatur konsentrasi dan komposisi cairan tubuh.

Dr Arnadi Taslim, SpPD, dari bagian Penyakit Dalam RS Krakatau Medika, Cilegon, menyebutkan, ”Ginjal juga berfungsi mempertahankan volume dan tekanan darah, mengatur keadaan kalsium pada tulang, mengatur produksi sel darah merah, dan juga menghasilkan hormon seperti Erythropoietin atau EPO, renin, dan vitamin D aktif.”

Begitu banyak fungsi ginjal. Karena itu, bila ada kelainan yang mengganggu ginjal, berbagai penyakit dapat kita derita. “Kelainan ginjal bisa berupa penyakit ringan, seperti infeksi saluran kemih atau yang sangat berat seperti gagal ginjal yang memerlukan pengobatan cuci darah,” ujar Dr Arnadi.

Kelainan dapat terjadi akibat adanya kelainan pada ginjal (penyakit ginjal primer). Bisa juga akibat komplikasi penyakit sistematik (penyakit ginjal sekunder), seperti penyakit kencing manis (diabetes), dan lain-lain.

Kelainan ringan pada ginjal dapat sembuh sempurna bila penyebabnya bisa diatasi. Kadang-kadang cukup dengan pengobatan dan pengaturan diet.

Sebaliknya, bila memburuk, kelainan ginjal berat menjadi gagal ginjal akut. Bila dibiarkan begitu saja bisa sampai tahap kronis, hal itu akan berlanjut menjadi gagal ginjal terminal (GGT)

Lebih dari 50 persen
Mengacu pendapat Dr Suhardjono, SpPD-KGH, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, kasus gagal ginjal sekarang ini di dunia meningkat lebih dari 50 persen. “Di Indonesia sudah mencapai sekitar 20 persen,” ujarnya. Di Amerika Serikat, negara yang sangat maju dan tingkat gizinya tinggi, setiap tahun ada sekitar 20 juta orang dewasa menderita penyakit ginjal kronis.

Baca Juga :   Bahaya Kebiasaan Mengigit Kuku Untuk Kesehatan

Gagal ginjal adalah keadaan kedua ginjal tidak bisa menjalankan fungsinya. Penderita gagal ginjal baru dapat merasakan kelainan pada dirinya jika fungsi ginjal menurun sekitar 25 persen. Bahkan, untuk penderita yang masih muda bisa di bawah 10 persen. Tidak heran, umumnya pasien baru ke rumah sakit atau ke dokter bila sudah berada dalam tahap terminal.

Dr Rully Roesli, SpPD-KGH, PhD, membenarkan. Menurut dia, “Gagal ginjal memang tergolong penyakit dengan gejala kurang jelas, khususnya pada stadium awal.” Penyakit ini umumnya berlangsung bertahap, selama bertahun-tahun.

Gagal ginjal bisa menyerang setiap orang, baik pria maupun wanita. Tidak memandang tingkatan ekonomi. Bila gejala diketahui sedini mungkin, penderita bisa mendapat bantuan mengubah atau menyesuaikan gaya hidup.

“Tentu untuk memperlambat kegagalan atau menghentikan kegagalan ginjal tersebut, tergantung dari sebabnya, “ ujar Dr Suhardjono. “Penyebab gagal ginjal yang utama adalah diabetes. Lebih kurang sekitar 40 persen atau lebih diabetes menjadi penyebab gagal ginjal.”

Seseorang yang diyakini mempunyai gejala sakit ginjal tidak perlu risau. Kehidupan normal tetap dapat dijalani dengan baik. Dianjurkan tetap berolahraga teratur dan makan dengan takaran yang wajar.

Ada juga anjuran untuk diet ketat rendah protein dengan kalori cukup. Ini pun tidak terlampau menyusahkan. Diet untuk mereka yang mempunyai tanda-tanda awal sakit ginjal tidak perlu dirisaukan, kecuali bagi perokok. Umumnya dokter menganjurkan penderita untuk berhenti merokok sama sekali.

Cuci darah
Gagal ginjal bisa diobati dengan jalan hemodialisis (cuci darah). Dr Rully menyatakan, dialisis adalah proses pemisahan (penyaringan) sisa-sisa metabolisme melalui selaput semipermeable dalam dialisis mesin dialiser.

Darah yang sudah bersih dipompa kembali ke dalam tubuh. Cuci darah bisa dilakukan di rumah sakit atau klinik yang memiliki unit hemodialisis.
Ada pasien yang sudah menjalani cuci darah sebanyak 90 kali. Setiap lima hari sekali harus cuci darah. Bila saat tidur malam ia mengigau terus-menerus, berarti harus cepat-cepat cuci darah.

Ada pula yang sudah menjalani cuci darah selama 15 tahun. Sekali kali cuci darah harus mengeluarkan uang ratusan ribu, dari 500 ribu sampai satu juta rupiah. Padahal, cuci darah harus rutin, minimal 8-10 kali per bulan. Itu artinya, setiap bulan harus tersedia dana Rp 4 juta atau Rp 48 juta setiap tahun.

Di Indonesia, pasien gagal ginjal yang harus cuci darah ada 50.000 orang. Sayang, hanya 4.000 orang yang bisa menikmati layanan itu. Itu pun sebanyak 3.000 pasien di antaranya peserta asuransi kesehatan. “Sisanya meninggal karena tidak mampu membayar biaya cuci darah,” ungkap Dr Rully.

Selain hemodialisis, ada pula terapi yang disebut dialisis peritoneal. Dialisis ini dilakukan pada selaput rongga perut oleh tubuh. Proses dibantu cairan dialisis yang dimasukkan ke rongga perut melalui pipa karet yang dipasang dengan operasi kecil.
Selaput peritoneal berfungsi menyaring dan mengeluarkan sisa metabolisme. Ini bisa terjadi karena pembuluh darah pada selaput peritoneal berfungsi sebagai saringan ginjal.


Wahai Penggemar Makan Enak, Awasi Ginjalmu!

Ginjal merupakan organ yang sangat vital bagi tubuh manusia karena fungsinya sebagai “tempat sampah” yang menyaring dan membersihkan darah.

Bayangkan bila kita tak punya tempat sampah, segala kotoran yang berasal dari makanan dan polusi bisa dipastikan residunya masih bercampur dalam darah. Padahal, darah selalu mengalir tak hentinya ke seluruh tubuh. Tentu sampah ini juga ikut menyebar ke organ-organ vital yang lain.

Baca Juga :   Cara Mengencangkan Payudara

Selain bertugas sebagai sistem saringan “pembuangan sampah”, ginjal juga bermanfaat menjaga keseimbangan cairan tubuh, sebagai produsen hormon yang mengontrol tekanan darah, produsen hormon erythropoietin yang membantu pembuatan sel darah merah untuk menghindari anemia, dan mengaktifkan vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang.

Gangguan ginjal bisa dicegah dengan menjalani gaya hidup sehat. Selain itu, kita juga harus rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, minimal tiga bulan sekali. Dengan begitu, gangguan ginjal dapat sedini mungkin dideteksi.

Deteksi secara dini dapat menghindarkan kita dari kerugian yang lebih besar, yaitu tahap gagal ginjal yang memerlukan hemodialisis (cuci darah) atau transplantasi ginjal (renal replacement treatment). Meskipun kualitas hidup si penderita gagal ginjal mungkin tidak menurun, tindakan-tindakan medis di atas cukup memberatkan ekonomi penderita.

Kenali gejalanya!
Gejala gangguan ginjal dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu akut, kronis, dan tanpa gejala (asimtomatis). Yang akut contohnya terlihat bengkak pada mata dan kaki, nyeri pinggang hebat, terasa sakit bila berkemih, kencing hanya sedikit atau disertai darah, dan terdapat kelainan urine, seperti tinggi protein.

Yang kronis menunjukkan gejala lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan menurun, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat, dan anemia. Bila dilakukan uji laboratorium, terdapat kelainan urine, seperti tinggi protein, eritrosit, dan lekosit.

Umumnya, penderita datang bila sudah tampak gejala-gejala di atas. Meskipun pengobatan progresif sejak dini bisa mengurangi, bahkan menghentikan, progresivitas penyakit, alangkah baiknya bila gangguan ini justru dihindari agar tak muncul.

Sekali lagi, kontrol tekanan darah dan pemeriksaan gula darah secara rutin merupakan tindakan yang dianggap paling penting untuk melindungi fungsi ginjal. Ini terutama bagi mereka yang suka makan enak, enggan berolahraga, dan mempunyai riwayat keturunan penyakit ginjal.

Penyebab gangguan ginjal
Umumnya lebih diakibatkan oleh gaya hidup yang mengutamakan makan enak, tapi kurang berolahraga. Akibatnya, lemak yang menumpuk menyebabkan penyakit diabetes melitus (DM), hipertensi, dan kolesterol tinggi.

Sebagai contoh, gula yang tinggi dalam darah (pada penderita DM) akan bereaksi dengan protein sehingga mengubah struktur dan fungsi sel, termasuk membran basal glomerulus. Akibatnya, penghalang protein rusak dan terjadi kebocoran protein ke urine (albuminuria).

Hal ini berpengaruh buruk pada ginjal. Bila ginjal terganggu, fungsi ekskresi, filtrasi, dan hormonal ginjal terganggu juga. Akibatnya, pengeluaran zat-zat racun lewat urine terhambat. Zat racun jadi tertimbun di tubuh. Pada akhirnya, tubuh membengkak dan timbul risiko kematian.

Berikut beberapa penyebab penyakit ginjal:

1. Penyakit umum/sistemik, seperti kencing manis atau disebut juga diabetes melitus, hipertensi, dislipidemia (tinggi kolesterol dalam darah), penyakit lupus dan penyakit kekebalan tubuh lain, serta asam urat tinggi (gout).
2. Infeksi di tubuh, seperti pada organ paru (TBC), sifilis, malaria, dan hepatitis.
3. Preeklampsia atau tekanan darah tinggi yang muncul pada masa kehamilan.
4. Pengaruh obat-obatan.
5. Kehilangan cairan banyak secara mendadak, seperti muntaber dan perdarahan.
6. Luka bakar.
7. Penyakit pada ginjal itu sendiri, seperti infeksi pada saringan (glomerulus), kista pada ginjal, kanker pada ginjal, dan penyempitan pada ginjal atau tumor.
8. Turunan/herediter.

Pencegahan penyakit ginjal

1. Jika Anda termasuk individu yang berisiko sakit ginjal karena menderita DM, obesitas, hipertensi, kolesterol tinggi, dan berpenyakit ginjal turunan, jalani hidup sehat dengan mengikuti anjuran dokter. Periksakan diri secara rutin ke dokter dan lab untuk memeriksa tekanan darah dan kontrol gula darah. Pahami gejala-gejala sakit ginjal, seperti buang air kecil terganggu, nyeri pinggang, dan bengkak pada mata.

Baca Juga :   Buah Alpukat Dapat Mengurangi Risiko Stroke dan Diabetes

2. Jika Anda termasuk individu tanpa risiko, jalani hidup sehat sambil memahami gejala-gejala sakit ginjal, seperti buang air kecil terganggu, nyeri pinggang, dan bengkak pada mata. Lakukan periksa gula darah setidaknya setahun sekali.

3. Jika Anda sudah memiliki gangguan ginjal, dokter akan melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengurangi semakin menurunnya fungsi ginjal, seperti pemberian obat-obatan, menjalani saran untuk hidup sehat, dan kontrol ke dokter secara periodik.


Cairan Bagi Ginjal yang Sakit

Orang yang fungsi ginjalnya sudah tidak normal akibat suatu penyakit, memiliki ketentuan tersendiri dalam mengasup cairan. Pada prinsipnya mereka harus secara ketat mengatur keseimbangan antara asupan cairan dan makanan.

Dalam buku berjudul Deseases terbitan Sringhouse Corporation, dijelaskan ada tiga tujuan utama pengaturan diet bagi mereka yang telah terlanjur sakit ginjal, yaitu:

1. Mengatur pemakaian cairan dan natrium (garam) untuk mengontrol keseimbangan cairan.

2. Pantang protein untuk mengurangi komplikasi yang disebabkan oleh penimbunan yang tidak diperlukan.

3. Pantang kalium untuk mencegah lemas dan jantung menjadi abnormal.

Khusus berkaitan dengan cairan dan natrium, mengingat ginjal sudah tidak dapat mengonsentrasikan urin, maka ada kemungkinan penderita gangguan ginjal akan kehilangan natrium. Pantang cairan dan natrium dapat membahayakan, lebih-lebih jika sampai mengalami dehidrasi.

Menggunakan zat yang bersifat diuretik (memicu keluarnya cairan tubuh) akan menyebabkan kehilangan natrium lebih banyak. Karena itu pemakaian natrium, yaitu 4 gram sehari (sumber lain menyebutkan 5-6 gram sehari atau sekitar 1 sendok teh) harus seimbang dengan pengeluaran melalui urin, dan harus minum lebih banyak.

Jika kerusakan ginjal berlanjut, maka asupan natrium (garam) justru harus dikurangi menjadi sekitar 2 gram sehari. Selain itu juga wajib mengurangi asupan cairan, menjadi hanya 1 liter hingga 1,5 liter sehari. Mengonsumsi lebih dari jumlah itu akan membuat penyakit ginjal justru semakin parah.

Berikut adalah tanaman herbal yang dapat dijadikan obat penyakit ginjal serta cara penggunaannya yaitu:

1. Bahan bahan
Daun keji beling ditumbuk halus
Daun kumis kucing
Daun meniran dicabut dengan akarnya
 Caranya: Rebuslah semua bahan dengan air sebanyak 1 liter. Biarkan hingga air tinggal separuhnya. Kemudian saring, minumlah setiap hari secara teratur selamalima hari berturut turut.

2. Bahan bahan
Daun alpukat segar
Air panas
 Caranya: Daun alpukat yang sudah dicuci bersih dimasukan ke dalam gelas, kemudian seduh dengan air panas. Minumlah ramuan tersebut 2 kali sehari dan ingat ramuan ini cuma sekali minum.

3. Bahan bahan
Daun meniran
Daun ungu
Daun arbei
Daun duduk
Daun kumis kucing
Daun sendokan
Daun ngikilo
 Caranya: Cuci bersih semua bahan, kemudian rebus sampai benar benar mendidih. Saring dan biarkan sampai airnya hangat. Minumlah ramuan ini secara teratur.

4. Bahan bahan
Pucuk daun keji beling
Rambut jagung muda
Temulawak diiris tipis
Daun kumis kucing
Gula merah
Garam dapur

 Caranya: Rebus pucuk daun keji beling, temulawak,rambut jagung, kumis kucing. Biarkan sampai mendidih. Kemudian tambahkan gula merah dan garam secukupnya. Setelah dingin minumlah 3 kali sehari secara rutin.

Itulah Cara Mengobati Penyakit Ginjal menggunakan tanaman herbal. Baca juga artikel tentangCara Mengobati Penyakit Tipus dan Cara Mengobati Penyakit Malaria. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba. Ingat kesehatan mahal harganya.

Comments

comments

Leave a Reply